KOTA BOGOR – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor terus menunjukkan komitmennya menjaga ketahanan pangan meski di tengah keterbatasan anggaran daerah. Melalui forum Ruang Ideologi Pemuda (RIP) yang digelar DPD KNPI Kota Bogor, DKPP memperkuat kolaborasi dengan organisasi kepemudaan untuk mengembangkan program pangan, pengawasan hewan kurban, hingga budidaya tanaman nilam sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut dipandu Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sion Toni Samosir, dan dihadiri Kepala DKPP Kota Bogor Dody Ahdiat, Sekretaris Dinas Wina, serta para kepala bidang di lingkungan DKPP. Pertemuan menjadi wadah bertukar gagasan mengenai penguatan sektor pertanian, peternakan, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam forum itu, Sion Toni Samosir menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan agar berbagai program pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan dan pertanian, dapat berjalan lebih efektif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bogor.

Baca Juga  Polsek Bogor Tengah Tangkap Pelaku Percobaan Pencopetan di Kawasan SSA Sempur

Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengatakan efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan KNPI menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan program ketahanan pangan.

“Anggaran boleh terbatas, tetapi efisiensi dan komitmen pelayanan publik tidak boleh berkurang. Kolaborasi bersama KNPI adalah langkah konkret agar program-program ketahanan pangan tepat sasaran dan memiliki daya jangkau yang lebih luas di tengah masyarakat,” ujar Dody.

Selain membahas ketahanan pangan, DKPP dan KNPI menyepakati tiga program prioritas. Pertama, membentuk tim bersama untuk mengawasi lalu lintas hewan kurban, pemeriksaan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), serta pengawasan pos retribusi guna mendukung peningkatan PAD Kota Bogor menjelang Hari Raya Idul Kurban.

Baca Juga  PARTAI TOMMY SOEHARTO BERI SINYAL KUAT UNTUK EDGAR | Headline Bogor

Kedua, memperkuat ketahanan pangan perkotaan melalui pemanfaatan lahan produktif, pengembangan urban farming, dan pelibatan generasi muda dalam pemetaan ketahanan pangan wilayah. Ketiga, mengembangkan budidaya tanaman nilam sebagai bahan baku minyak atsiri (essential oil) dengan pendampingan teknis dari DKPP kepada kelompok tani muda binaan KNPI.

Sekretaris DKPP Kota Bogor, Wina, memastikan tata kelola administrasi dan sinkronisasi program kerja tetap berjalan efektif meski anggaran terbatas. Menurutnya, sistem kerja yang tertata membuat DKPP mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

DPD KNPI Kota Bogor menyambut baik keterbukaan jajaran DKPP dalam membangun komunikasi dengan kalangan pemuda. KNPI menilai sikap kooperatif Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, hingga para kepala bidang menjadi modal penting dalam menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan.

Baca Juga  Sembilan Bintang Desak APH Ungkap dan Tangkap Pelaku Percobaan Pembakaran Kantor PAKAR

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan di masing-masing bidang kerja. Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Bogor dan organisasi kepemudaan dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pengawasan hewan kurban, serta mendorong lahirnya peluang ekonomi baru melalui budidaya nilam. (DR)