BOGOR – Setelah beberapa waktu lalu, para budayawan Bogor menggelar aksi petisi untuk mempertahankan situs Sumur Tujuh Pajajaran di jalan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, hari ini kembali budayawan berkumpul dan berdialog dengan pemilik lahan untuk mencari solusi dalam mempertahankan situs tersebut. (08 Januari 2019).

Ditemui setelah pertemuan, Budayawan yang juga Ketua Umum Barisan Benteng Raya Pajajaran (BBRP) Atma Wirya mengatakan pertemuan ini adalah pertemuan untuk mencari solusi dengan pemilik lahan dalam mempertahankan situs Sumur Tujuh.

“Alhamdulillah, hari ini kami bertemu dengan pemilik lahan, dan sebetulnya dari pertemuan ini yang kita targetkan adalah mencari kebaikan dari kedua belah pihak, dan tadi pihak pemilik sudah terbuka dengan keberadaan Sumur Tujuh, ini tinggal pelaksanaan saja, dan untuk budayawan sendiri adalah esensi dari nilai nilai sejarah dari Sumur Tujuh dipertahankan, dan kami budayawan menghargai kepemilikan tanah dari si pemilik, sehingga pertemuan tadi semua nyaman, dan tujuan dari pertemuan yang dilaksanakan tadi semua yg diinginkan dapat tercapai,” ujar Atma.

Baca Juga  Geprek Bensu Opsi Wisata Kuliner Kota Bogor | Headline Bogor

Dan Atma berkeyakinan segala permasalahan yang terjadi pasti ada solusinya, sesuai dengan pedoman silih asih, silih asah, silih asuh yang yang diajarkan oleh pendahulu.

Sementara itu, Ketua Pemangku Adat Sunda Langgeng Wisesa , Karyawan Faturahman berharap dengan pertemuan ini masyarakat memperoleh informasi yang utuh tentang Keberadaan Situs Sumur Tujuh, dan menjawab suara – suara sumbang dan minor yang ada di masyarakat.

“Dalam pertemuan ini, kami memfasilitasi dan menjembatani suara – suara yang agak sumbang dan minor tentang keberadaan situs Sumur Tujuh, dan kami sampaikan ternyata situs tersebut dikhawatirkan sulit dipertahankan karena melekat hak keperdataan dari orang perorang, dan dalam pertemuan tadi disepakati dalam pembangunannya nanti agar tidak menghilangkan ciri yang menjadi catatan sejarah dari Sumur Tujuh tersebut,” ucap Karyawan Faturahman.

Baca Juga  Menuju Pelayanan Prima Disdik Kota Bogor Gandeng Ombudsman RI | Headline Bogor

Karyawan Faturahman pun berharap Pemerintah Kota Bogor jika ingin mempertahankan situs tersebut maka jadikan sebagai skala prioritas dalam penganggarannya.

“Dan saya harapkan Pemerintah Kota Bogor jika ingin mempertahankan situs tersebut maka Pemerintah Kota Bogor harus membebaskan tanah dengan skala prioritas, namun kami bersyukur untuk sementara situs Sumur Tujuh tersebut akan dipertahankan dan kita bersyukur dalam pertemuan tersebut akan dibuat juga sarana – sarana sosial dengan memanfaatkan dari situs sumur tersebut, sehingga kedepan menjadi daerah tujuan budaya di Kota Bogor,” pungkas Karyawan Faturahman.

(deroy)