KOTA BOGOR – Masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia belum dimulai, akan tetapi aura pertarungan antar pendukung kandidat pasangan calon kepala daerah baik dari Provinsi, Kota maupun Kabupaten sudah menghangat sejak awal tahun 2018. Tidak terkecuali di Kota Bogor.
Isu dan opini masyarakat baik itu yang bersifat positif ataupun negatif menghiasi dinamika pertarungan dalam pesta demokrasi di Indonesia, tidak terkecuali Dedie A. Rachim yang merupakan Calon Wakil Walikota Bogor, ia diisukan mendampingi petahana (Bima) hanya sebagai bemper hukum atas persoalan-persoalan hukum petahana. Saat ditemui awak mendia dan mempertanyakan isu tersebut, ia menjelaskan
“Saya telah keluar atau mengundurkan diri dari KPK dan secara teknis saya bukan lagi anggota KPK jadi tidak ada alasan lagi bagi pihak-pihak di luar sana bahwa saya sebagai bemper dari Pak Bima, jadi alasan saya menerima dari permintaan Pak Bima untuk mendampingi beliau sebagai Calon Wakil Walikota Bogor lebih pada alasan profesional saya saja”
Lebih jauh Dedie berharap agar dapat dipisahkan antara ranah politik dan ranah hukum, mari kita bersaing secara sehat dengan membawa visi dan misi untuk kebaikan dan kemajuan Kota Bogor.
“Semoga demokrasi yang kita bangun ini dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi rakyat” pungkas beliau.
Roy