Selain vetiver, beberapa jenis tanaman berakar kuat dan memiliki nilai produktif juga ditanam sebagai bagian dari “Vetiver System”. Jenis-jenis tanaman ini meliputi flamboyan, durian, belimbing, alpukat, manii, soren, kayu putih, bukaliptus, puspa, kisireum dan sebagainya.
Vetiver system merupakan metode penguatan struktur tanah secara alami menggunakan rumput vetiver dan beberapa jenis tanaman kuat lainnya. Sistem penanamannya sendiri dilakukan secara berselang-seling antara vetiver dan jenis tanaman lain dengan jarak kurang lebih satu meter.
Vetiver, jenis rumput dengan nama latin Chrysophogon Zizaionide itu menjadi salah satu solusi untuk menguatkan struktur tanah melalui akarnya yang dapat tumbuh hingga kedalaman 5 meter. Bentuk kombinasi vetiver dengan tanaman keras berakar kuat akan membuat struktur tanah menjadi lebih kokoh layaknya pondasi alami sehingga dapat meminimalisir proses deforestasi dan erosi serta mencegah terjadinya longsor.
Sebelum melakukan penanaman vetiver di Pasirmadang, Presiden Jokowi sebelumnya juga meninjau Desa Harkat Jaya yang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah akibat bencana longsor.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Harkat Jaya dan Pasirmadang wilayah administrasi Kecamatan Sukajaya merupakan kali keduanya pascalongsor pada awal Januari 2020 lalu. Apa yang dilakukan presiden bersama unsur Pentahelix (pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media massa) pada hari ini sekaligus menindaklanjuti daripada solusi yang telah diputuskan pada pertemuan dengan Kepala Daerah dalam mengatasi dan menanggulangi bencana banjir dan longsor pada Rabu (8/1) lalu. (*)

