KOTA BOGOR – Sebagai bentuk aplikasi dari program yang disampaikan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor menyelenggaraan bimbingan teknis (Bimtek) untuk para pelaku seni budaya binaan Disparbud Kota Bogor yang dilaksanakan pada hari Senin, Selasa, Rabu tanggal 23-25 November 2020 di Hotel Braja Mustika dan Kafeloaja Kota Bogor.
Bimtek berfokus pada pembekalan kemasan pertunjukan yang merespon perkembangan teknologi sebagai bagian dari industri kreatif, sesuai standar penerapan Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Suistanability (CHSE).
Kepala Disparbud Kota Bogor Atep Budiman menjelaskan bahwa Bimtek CHSE untuk memberikan edukasi terhadap pelaku seni dalam menerapkan protokol kesehatan ketika melakukan kegiatan seni budaya, termasuk membuat kemasan pertunjukan. Selain itu, para pelaku seni budaya juga bisa membantu program pemerintah dalam menyosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. “Dengan media seni biasanya lebih cepat menerap ke masyarakat,” kata Atep.
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Suistanability (CHSE) yang merupakan salah satu Program Pemerintah dalam hal ini Kementrian Keuangan, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan Program Stimulus Pariwisata kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang telah menggerakan dunia pariwista di daerahnya.
“Merespon itu, Bimtek bagi pelaku seni budaya ini juga dimaksudkan agar kesenian sebagai penunjang wisata seperti pertunjukan, kemasan, pameran, konser dan bentuk lainnya tetap hadir di masa pandemi dengan penerapan protokol kesehatan. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dan promosi kekinian melalui media sosial atau media online lainnya,” tambah Atep.

Di hari pertama, Direktur Pengembangan Destinasi Regeonal II Asisten Deputi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Wawan Gunawan, S.Sn.MM., menegaskan bahwa seniman harus bisa meyakinkan Pimpinan Daerah bahwa pelestarian pengembangan budaya di Kota Bogor bisa menjadikan sebuah daya tarik khususnya bagi pariwisata.
“Bagaiman seniman dalam berkreasi atau berinovasi tetap menjaga nilai-nilai tradisi sehingga kekhasan budaya daerah bisa tetap terjaga, melalui kreativitas dan inovasi seni budaya itu bisa menjadikan daya tarik,” kata Wawan.
Di hari kedua, sekurangnya 50 peserta bimtek yang merupakan praktisi seni tari, seni musik, seni rupa, seni tradisi, pertunjukan hingga penggiat wisata itu juga mendapat pembekalan tentang kearifan lokal dalam menunjang kepariwisataan dari Endo Suwanda. “Seni tradisi itu apapun bentuknya harus mengikuti perkembangan jaman. Bila tidak, seni tradisi akan tertinggal dan akhirnya punah,” ungkap Endo.
Selain Endo, peserta juga mendapat pembekalan dari Ade Suarsa, seniman Kota Bogor yang dikenal kreatif dalam melakukan pemilihan materi seni pertunjukan. Dasar materi ini juga diperkuat dengan pengetahuan pengemasan seni pertunjukan dan pembuatan naskah oleh Bambang Arayana Sambas.
Materi di hari kedua ini diperkuat dengan membedah pemanfaatan teknologi dalam pertunjukan sebagai unsur pendukung dan alat promosi atau perluasan informasi. Disampaikan oleh Hans Utama Raphael, peserta mendapat pengetahuan untuk mengemas pertunjukan secara online dan offline melalui pemanfaatan teknologi.
Bimtek pelaku seni dan budaya di hari kedua ditutup dengan membentuk “Tim Produksi” yang berasal dari peserta untuk membuat pertunjukan kreatif dengan menempatkan diri sebagai pengelola pertunjukan sesuai latar belakang kemampuan dan keahlian masing-masing.
Sebagai output dari Bimtek ini, digelar pertunjukan secara online di hari ketiga dengan memanfaatkan kanal video online dengan mengadaptasi berbagai jenis pertunjukan dan konsep panggung, sesuai protokol kesehatan sekaligus tetap mampu menunjang sektor pariwisata.
(Advetorial)