BOGOR – Perhelatan pesta demokrasi pemilihan umum serentak, pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan wakil rakyat mulai dari tingkat pusat sampai dengan daerah kini telah masuk dalam tahapan perhitungan suara.
Anggaran yang mencapai 25 triliun yang digadang gadang untuk efisinesi berbalik menimbulkan bencana besar dengan banyaknya petugas pemilu yang meninggal dunia.
“Pemilu tahun 2019 penuh dengan dinamika yang sangat luar biasa dengan anggaran yang begitu besar mencapai 25triliun yang di anggap untuk lebih efisien dalam anggaran tetapi malah menjadi bencana besar yaitu dengan 200 lebih anggota KPPS yang meninggal dunia,” ujar Nur Isman Iskandar, Pembina Gerakan Mahasiswa Bogor (GMB)
Nur Isman pun menyoroti petugas pemilu yang berada di tingkat kecamatan, ia menilai perhitungan di tingkat kecamatan rentan dengan kecurangan, kesalahan atau salah input hasil pemilu baik presiden dan wakil presiden maupun pemilu legislatif.
“Disini lain dengan kotak suara yang memakai kardus menjadi masalah, contohnya di daerah Papua kotak suara yang di bakar ,ada pula surat suara yang sudah di coblos , yang menjadi sorotan saat ini adalah PPK dan Panwascam tingkat kecamatan, dimana perhitungan di tingkat ini menjadi titik sentral akan rentannya kecurangan atau kesalahan dalam penulisan,” pungkas Nur Isman. (*)