Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 3 hektare dengan total area bangunan pabrik mencapai 9.500 meter persegi. Proses konstruksi ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada April 2027, dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 500 orang.
Dalam tahap operasional, fasilitas produksi tersebut ditargetkan mampu menghasilkan 30.000 ton CCO per tahun atau sekitar 100 ton per hari. Nilai investasi awal proyek ini mencapai Rp310 miliar.
Selain membuka lapangan pekerjaan, keberadaan pabrik ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Kawasan industri tersebut juga diproyeksikan berkembang menjadi sentra industri baru, tidak hanya untuk pengolahan CCO, tetapi juga pengembangan berbagai produk turunan kelapa bernilai tambah.
Tahapan ground breaking ini sekaligus menjadi bukti bahwa program-program IJBNet dapat direalisasikan sesuai rencana berkat kekompakan pengurus serta dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. (DR)