“Kami akan terus melakukan pendampingan dan berkolaborasi dengan semua pihak agar setiap anak yang berhak mendapatkan layanan pendidikan dapat terjangkau dan memperoleh kesempatan yang sama,” kata Syahril.

Rasa syukur juga disampaikan Khairiah, orang tua dari salah satu anak yang berhasil didaftarkan sebagai calon peserta Sekolah Rakyat. Ia mengaku bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi masa depan anaknya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Fitriyani dan Bapak Syahril. Berkat bantuan mereka, anak saya memiliki kesempatan untuk bersekolah. Ini menjadi harapan besar bagi masa depan keluarga kami,” ungkap Khairiah.

Baca Juga  Kongres HMI ke-30 Ambon, Ini Doa dan Harapan Bima Arya | Headline Bogor

Sementara itu, Ketua Umum IKAWI LSM GMBI, Friska Hanakin, memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Ketua IKAWI Aceh bersama Ketua PKH Kecamatan Meuraxa dalam membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses pendidikan.

“Saya mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian Ketua IKAWI Aceh, Ibu Fitriyani, bersama Ketua PKH Kecamatan Meuraxa, Bapak Syahril, yang telah membuka akses pendidikan bagi dua anak dari keluarga kurang mampu. Apa yang mereka lakukan menunjukkan bahwa kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Friska.

Friska menegaskan IKAWI LSM GMBI akan terus mendorong seluruh pengurus di berbagai daerah agar aktif hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan hak-hak dasar, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga  Anggota Komisi IX Pertanyakan Aturan JHT Bisa Ditarik Setelah 56 Tahun

“IKAWI LSM GMBI berkomitmen untuk terus mendorong seluruh pengurus di berbagai daerah agar aktif hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, sehingga tidak ada lagi yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi atau kurangnya informasi,” tutupnya. (DR)