“Itu memang kita by data by name, adapun tindak lanjutnya tentu itu ranah instansi terkait. Karena untuk pengadaan Huntara maupun Huntap itu ranah BPN untuk menentukan lokasi tanah negara yang bisa dibangun hunian bagi korban bencana longsor,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Yayasan Indonesia Relief (IR) Box yang membangunkan rumah hunian sementara atau Huntara bagi korban terdampak bencana Cicangkal yang mengungsi di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Wanda Melandie, mengatakan, huntara yang dibangun oleh pihaknya sebanyak 27 rumah untuk 54 kepala keluarga.
“Dari awal mereka (pengungsi) meminta kami membangunkan rumah, karena mereka sudah tidak betah di pengungsian,” kata Wanda di temui di posko huntara Pasir Madang, Kabupaten Bogor, belum lama ini.
Wanda mengungkapkan, pembangunan huntara tersebut adalah langkah lanjutan yang dilakukan oleh pihaknya dalam membantu korban bencana. Wanda juga menyebut, awalnya IR Box hanya membantu mengevakuasi, mendistribusikan bantuan logistik dan membuka jalur-jalur wilayah terisolir akibat bencana longsor yang melanda Sukajaya pada Rabu 1 Januari 2020 lalu.
“Kami sejak awal disini, namun di pertengahan kami melakukan pendataan bagi korban dan salah satu yang mereka butuhkan cepat ya ini (Huntara),” tuturnya.

