Menurutnya, kebutuhan Huntara sendiri diperlukan atau diminta oleh para pengungsi, menurut Wanda sejak H+7 pasca bencana. Alasannya meski pengungsi sudah tidak lagi memiliki rumah, Wanda menyebut para pengungsi sudah tidak betah tinggal di pengungsian yang beratapkan terpal dan berlantaikan tanah. Sehingga dia dan kawan-kawannya langsung kolektifan dan menggalang dana, untuk segera membangunkan huntara tersebut.
“Selain huniannya, kami juga bangunkan tujuh unit MCK,” ucap Wanda.
Masih ditempat sama, salah seorang pengungsi, Ruswandi (45), menerangkan, dia dan keluarganya bersyukur mendapat bantuan huntara dari IR Box. Ruswandi mengaku jika huntara tersebut dia bersama istri dan lima orang anaknya tinggal dengan nyaman, tidak lagi becek-becekan dan terpenting ia tidak merasa pengap.
Berbeda saat dirinya masih di pengungsian terpal.
“Udah mah sempit terus pengap lagi, jadi huntara ini sangat membantu kami,” tutupnya. (*)

