KOTA BOGOR – Peryataan Kepala Dinas Sosial Kota Bogor beberapa waktu lalu di salah satu media massa lokal di Kota Bogor bahwa Terminal Baranangsiang sebagai kawasan premanisme berbuntut pada aksi demo penuntutan pencopotan Kepala Dinas Sosial Kota Bogor oleh Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) di Plaza Balaikota Bogor. (15 Januari 2019).
Dalam aksi tersebut KTPB menuntut permintaan maaf dari Kepala Dinas Sosial Kota Bogor atas pernyataannya tersebut dan dimuat di berita utama dimana pernyataan tersebut dimuat serta menuntut Walikota Bogor untuk mencopot Kepala Dinas Sosial Kota Bogor.
“Kami menuntut Kepala Dinas Sosial Kota Bogor untuk meminta maaf atas pernyataannya tersebut yang dimuat di salah satu media, dan kami harapkan pernyataan maaf tersebut pun di muat di media dan menjadi headline media,” ujar aksi massa.
Menanggapi tuntutan peserta aksi, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Azrin Syamsudin yang hadir dan mendampingi Walikota Bogor, Bima Arya menyanggah pernyataannya bahwa ia menyebut Terminal Baranangsiang sebagai kawasan premanisme.
“Saya tidak pernah mengungkapkan ataupun menyebutkan Terminal Baranangsiang sarang preman, adapun yang saya ungkapkan adalah penyandang masalah kesejahteraan sosial,namun penyandang masalah kesejahteraan sosial, itu termasuk anak jalanan, gelandangan, gepeng, pengemis dan orang terlantar. Saya tidak menyebutkan sarang preman,” ungkap Kadinsos Azrin.
Kadinsos pun mengajak peserta aksi untuk mengecek rekaman wawancara, dan menurut Azrin, ia pun telah komplain dengan tulisannya tersebut yang dimuat di salah satu media.
“Saya telah komplain kepada wartawan soal tulisan tersebut, namun saya tidak mau berpolemik, yang jelas tidak pernah saya mengatakan hal tersebut, silakan dicek rekaman wawancaranya, saya juga sudah menyampaikan kepada wartawannya kenapa yang muncul dalam berita sarang preman?” tutup Azrin. (*)