“Ada banyak unsur yang harus dikoordinasikan dan didiskusikan secara mendalam, baik secara vertikal maupun horizontal, agar tidak terjadi lagi bencana yang tidak kita harapkan,” katanya.
Rahmatullah juga menekankan pentingnya menjaga kenyamanan investor tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan, terutama di sektor pariwisata. Sebab, keberadaan sektor ini memberikan kontribusi besar bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Ada banyak masyarakat sekitar yang sudah bertahun-tahun bekerja dan menggantungkan penghasilan di situ untuk masa depan anak-istrinya. Bahkan secara umum, kebermanfaatan tersebut dirasakan oleh semua masyarakat Bogor melalui PAD yang mereka sumbangkan,” jelasnya.
Oleh karena itu, LPKP menilai bahwa segala bentuk tindakan tergesa-gesa dalam penanganan isu lingkungan harus dihindari.
“Jangan gegabah. Jika gegabah dan terburu-buru, apapun hal itu tidak baik hasilnya. Apalagi jika ada motif lain—mudah-mudahan tidak ada!” ucap Rahmatullah.
Ia menegaskan bahwa LPKP mendukung langkah Pemkab Bogor selama dilakukan dengan kajian matang dan penuh kehati-hatian.
“Kalau rencananya tidak matang dan gagal, itu sama saja dengan merencanakan kegagalan. Kami yakin Pemkab Bogor lebih paham cara membangun tanpa membiarkan kerusakan di rumahnya sendiri. Mereka pasti tidak ingin hal buruk terjadi di masa depan,” tutupnya. (DR)