Ketiga, nilai budaya dalam masyarakat. Kalangan menengah atas di perkotaan mungkin tidak terlalu sulit untuk melakukan physical distancing. Mereka sudah biasa tinggal di rumah masing-masing dan memenuhi kebutuhan masing. Masalah bagi mereka hanya mengurangi keluar rumah untuk belanja kebutuhan sehari-hari, sekolah anak, dan menahan diri untuk tidak berlibur. Kalangan menengah atas di perkotaan memiliki karakter pekerjaan yang lebih memungkinkan untuk melakukan physical distancing. Mereka juga memiliki tabungan untuk dapat bertahan hidup sebulan, dua bulan bahkan satu tahun. Sekolah anak telah diliburkan, lantas, kalau hanya menahan diri untuk tidak berlibur, rasanya itu bukan topik yang cukup berharga untuk didiskusikan saat ini.

Baca Juga  Headline Nasional | ACT Berikan Bantuan ke Keluarga Korban Susur Sungai Sempor

Bagaimana dengan masyarakat miskin desa atau perkampungan di perkotaan? Selama ini mereka bertahan hidup dengan mengandalkan modal sosial. Modal sosial yang paling terasa adalah hubungan baik dengan tetangga dan keluarga. Berkumpul, ngobrol dan berhubungan baik adalah cara bertahan hidup yang darinya masyarakat desa dapat menitipkan anak, mendapatkan bantuan saat ada hajatan atau kematian, yang kesemuanya tidak diperoleh melalui modal uang. Physical distancing menjadi hal yang sulit dipahami, diterima dan diterapkan.

Nilai dan budaya dalam masyarakat akan semakin rumit jika dikaitkan dengan agama. Pengalaman di Italia, Korea dan Indonesia sendiri menunjukkan masyrakat memiliki kesulitan untuk melakukan physical distancing saat terkait dengan ibadah yang dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga  Letakkanlah Semangat Kami

Lalu, apa dampaknya? Covid-19 akan dengan segera ada di sekitar kita. Iya, kita. Tetangga, anak-anak, rekan kerja, suami/istri, orang tua, pengantar paket, ojek atau sopir angkot. Mereka suatu saat akan menjadi pembawa virus ke rumah kita. Ini bukan menakut-nakuti, tapi ini realitas yang harus siap dihadapi.

Pada akhirnya rumah merupakan garda terakhir sekaligus terdepan yang harus siap menghadapi resiko pandemi covid-19. Siapa yang harus siap? tentunya semuanya. Namun, di rumah saat pertahanan terakhir diperlukan perempuan memiliki peran sentral. Perempuan atau tepatnya seorang istri dan juga (mungkin) ibu merupakan garda pertahanan terakhir namun terutama. Mengapa demikian?