KOTA BOGOR – Setelah melewati berbagai proses administrasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Gubernur Jawa Barat, hingga Kementerian Dalam Negeri, Denny Mulyadi akhirnya resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor. Pelantikan dilaksanakan pada Senin (30/6) di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedie menekankan pentingnya peran strategis seorang Sekda dalam mempercepat pelaksanaan program-program prioritas yang telah dituangkan dalam visi misi pembangunan Kota Bogor periode 2025–2029.

“Peran Sekda sangat strategis dalam mengorkestrasi birokrasi, agar bergerak dan fokus pada pelaksanaan program, kebijakan dan kegiatan yang telah ditetapkan sebagai bagian menuju Bogor Beres”, ujar Dedie.

Denny Mulyadi yang akrab disapa Denboy menyampaikan komitmennya untuk bekerja sejalan dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota demi percepatan pembangunan daerah. Ia pun telah menyiapkan sejumlah langkah yang akan menjadi fokus dalam masa jabatannya.

Baca Juga  PGM Indonesia Kota Bogor Selenggarakan Jalan Sehat 2017 | Headline Bogor

Tiga area utama yang akan segera ditata mencakup pengelolaan keuangan daerah, penguatan tata kelola kelembagaan, serta perencanaan pembangunan.

Dalam pengelolaan keuangan, Denny berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah. Di saat yang sama, efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan anggaran akan terus dikedepankan.

“Sehebat apapun programnya, jika tidak ada uangnya, tidak akan berhasil dengan lancar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa efisiensi tersebut tetap menjaga substansi program, seperti belanja wajib pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kepegawaian, serta penyelarasan antara APBD Kota Bogor dan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Membawa semangat efisiensi, tanpa mengurangi substansi”, ungkapnya, yang juga merupakan mantan Kepala BKAD Kota Bogor.

Baca Juga  Pembangunan Museum Pajajaran Capai 75 Persen, Ini Harapan Dedie Rachim

Dalam hal kelembagaan, Denny berencana membangun sinergi antara 36 perangkat daerah, 4 BUMD, dan BLUD. Peningkatan kapasitas SDM birokrasi menjadi fokus melalui pelatihan, pendidikan kompetensi, dan penguatan peran fungsional.

“SDM birokrasi adalah ruh yang menggerakan lokomotif pembangunan”, lanjutnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat peran wilayah, mulai dari penguatan anggaran, SDM, hingga sarana prasarana di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Jangan sampai ada ungkapan, ujung tombak sekaligus ujung tombok”, ujarnya sambil tersenyum.

Sebagai Ketua PDBI Kota Bogor, Denny menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan perlu dirancang secara tematik, holistik, integratif, dan spasial (THIS), mengacu pada dokumen RPJMD 2025–2029 yang berasal dari visi-misi kepala daerah.

“Paling tidak, ada 4 program nasional yang harus diakselerasi seperti Makan Siang Bergizi, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, dan pembentukan Koperasi Merah Putih”, tegasnya. (DR)