Transparansi Data Dispora Kota Bogor Dipersoalkan Menjelang Porprov, Publik Hanya Disuguhi Klaim

Dok. Pengamat kebijakan publik, Ferdian Mufti Azis/Foto Ist)

“Progresif itu artinya berani mengubah cara kerja. Bukan hanya menambah event atau bangunan, tetapi merombak cara berpikir,” kata Ferdian.

Menurutnya, sikap birokrasi yang defensif dan merasa cukup karena kegiatan terlaksana justru menghambat kemajuan. Tanpa evaluasi kritis, pengelolaan GOR pasca-Porprov berpotensi mengulang persoalan yang sama.

Dalam konteks rencana lanjutan pembangunan GOR Kota Bogor tahun 2026, Ferdian menegaskan kejujuran dan progresivitas menjadi syarat utama. Dispora perlu menyampaikan secara terbuka apakah fasilitas yang ada sudah dimanfaatkan secara optimal atau belum.

Post ADS 1

“Jujur dulu, baru bangun. Kalau loncat ke proyek tanpa evaluasi, itu bukan progresif, itu spekulatif,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar indikator kinerja Dispora tidak hanya berfokus pada serapan anggaran, melainkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tingkat utilisasi GOR, pembinaan atlet berkelanjutan, serta peningkatan partisipasi olahraga warga dinilai lebih relevan sebagai ukuran keberhasilan.

“Warga Bogor tidak hidup dari jargon pembangunan. Mereka hidup dari kebijakan yang bekerja. Kalau Dispora tidak mau jujur dan progresif, maka Porprov dan GOR hanya akan meninggalkan sampah kebijakan yang mahal,” pungkas Ferdian. (DR)

Pages: 1 2Show All

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !