PONTIANAK – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi tujuan utama karena hal tersebut menjadi hukum yang tertinggi dalam suatu negara termasuk Indonesia. Pernyataan yang dikutip dari pepatah latin “Salus Popui Suprena Lex” itu diucapkan Doni di hadapan sekitar 150 prajurit dan perwira TNI pada acara Sosialisasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diselenggarakan di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (2/12).

Baca Juga  Headline Nasional | Honorer K2 Pertanyakan Keadilan Pemerintah Terkait Subsidi Bergaji di Bawah 5 Juta

“Keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi,” tegas Doni.

Sosialisasi Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Karhutla diinisiasi sebagai upaya peningkatan pemahaman dan literasi yang diberikan kepada para prajurit TNI beserta komponennya dalam menghadapi ancaman bencana karhutla dengan menitikberatkan usaha pencegahan.

Dihadapan para prajurit dan perwira TNI tersebut, Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu juga mengingatkan bahwa tugas seorang prajurit TNI tidak hanya berperang melawan penjajah akan tetapi juga menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 7 ayat 2 UU 34 tahun 2004 tentang operasi militer selain perang.

Baca Juga  Iriawan : Kepercayaan Adalah Amanah Yang Harus Dipertanggungjawabkan| Headline Bogor

“Tentara hari ini harus bisa berperang menghadapi kerusakan lingkungan. Mengurangi penderitaan rakyat,” tegas Doni.