Doni juga menjelaskan bahwa 80% gambut adalah fosil kayu dan dedaunan. Apabila gambut itu kering dan terbakar, maka gambut ini sulit dipadamkan. Oleh karena itu Doni meminta agar gambut dikembalikan ke kodratnya sebagai vegetasi yang basah dan menjadi solusi pencegahan.
“Yang di atas sedikit terbakar, tapi di dalamnya bara gambut menyala, dan yang mengganggu adalah asap dari terbakarnya gambut itu sendiri. Kita harus mengembalikan kodrat gambut sebagai vegetasi yang basah, berair dan berawa-rawa,” tambah Doni.
Berdasarkan data BNPB hingga tahun 2019 didapatkan fakta bahwa 99% karhutla disebabkan oleh faktor manusia yang mana 80% yang terbakar itu kemudian menjadi perkebunan.
Sebelumnya Kepala BNPB telah memberikan beberapa solusi dan contoh nyata dari upaya pencegahan karhutla dengan memperhatikan ekonomi, sosial dan lingkungan. Beberapa langkah peningkatan sosial dan ekonomi dengan memanfaatkan lahan gambut sebagai media tanam produktif selain kelapa sawit seperti nanas, cabai, lidah buaya, kopi loberica hingga buah naga menjadi salah satu solusi dari pertanian. Selain itu budidaya perikanan air tawar juga bisa menjadi langkah yang dapat dijadikan solusi yang baik bagi masyarakat dan lingkungan.