Bogor (Headlinebogor) – Selasa (20/2) kemarin merupakan Hari Sampah Nasional. Berbagai kalangan melakukan beberapa untuk memperingati hari tentang kebersihan itu. Tak terkecuali Komunitas Pos Pandai yang memperingati Hari Sampah Nasional dihalaman Balai Kota Bogor.

Dalam sanbutan peringatan Hari Sampah Nasional, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, untuk menunjukan kepedulian terhadap sampah, para komunitas atau kelompok sosial jangan hanya melakukan seremoni saja. Namun juga harus melakukan aksi untuk penanggulangan sampah kedepan.

“Jangan hanya seremonial saja, tendanya saja besar soundnya heboh tapi aksinya juga harus jelas,” katanya.

Baca Juga  Jadi Primadona! Kunjungan Wisatawan ke Bogor Naik 1 Juta | Headline Bogor

Dirinya meminta untuk seluruh warga Kota Bogor untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun hanya sebuah tisu, namun dirinya tidak ingin barang tersebut dibuang sembarangan.

“Saya lewat depan PMI, ada pengendara Inova dijalan protokol membuang tisu, saya lempar dimukanya. Saya tidak sudi kota saya dikotori,” kenangnya.

Menurutnya, Kota Bogor memiliki prospek untuk membuang sampah dengan baik. Struktur sosial harus dikedepankan mulai dari tingkat RT dan RW.

Baca Juga  HANURA Siapkan Bagus dan STS di Pilwalkot Bogor 2018

“Warga bisa mulai mengelolah sampah. Diwilayah ada Kader PKK, LPM yang menjadi aset,” terangnya lagi.

Pemerintah dan warga harus kompak dalam mengatasi sampah. Karena pemerintah tidak akan bisa bergerak sendiri untuk mengatasi sampah tanpa campur tangan dari warganya.

“Harus ada aksi, Saya ikhlas tidak mendapatkan Adipura. Adipura bukan hanya sekedar gengsi walikota, tapi untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.

Wartawan : Ano

Sumber : Publikbogor