
KOTA BOGOR – Sejak kepemimpinan Rommy sebagai Ketua Ansor Kota Bogor, Ansor dan Banser menjadi organisasi besar di Kota Bogor. Dan baru – baru ini, sejarah perayaan akbar Hari Santri Nasional, hal ini menjadi modal sosial besar bagi Rommy untuk bisa meningkatkan lagi pengabdiannya kepada masyarakat menjadi pemimpin NU di kota Bogor dengan baik dan benar sesuai dengan tuntutan zaman.
NU sendiri harus di pimpin oleh kader NU tulen, yang jelas jenjang kaderisasi nya seperti PMII dan Ansor. sosok Rommy sendiri sudah tidak diragukan lagi ke NU anya yang mana jelas latarbelakang mampu membesarkan PMII di masa nya dan Ansor berjuang membawa nama baik temen-temen organisasi NU. Komitmen kedepan agar PMII dan Ansor menjadi pusat penyemaian kader-kader NU selanjutnya.
KH. Ismatul Hakim sebagai mantan ketua PCNU dikota bogor menyampaikan dan memberi suport kepada Rommy untuk bisa memimpin NU kedepan nya. Agar NU kedepan lebih besar lagi.
“Saya berharap, sekarang pencalonan harus lebih terbuka. karena dilihat waktu saya Ketua PCNU Kota Bogor saya tidak pegang kuasa karena NU bukan otoritas kekuasaan, PCNU harus berani menjadi persemaian dengan calon-calon yang mampu dan mau,seperti rommy. bukan sekedar mau saja. Tapi Perlu juga orang-orang yang punya kemampuan mumpuni agar NU nya besar, jadi ketua NU orang yang harus punya jalur-jalur pengalaman kepemimpinan juga di lapangan yang kuat seperti PMII dan Ansor, Saya yakin. Rommy sendiri baik sekali untuk bisa membesarkan NU karena pernah menjabat sebagai ketua PMII di jamannya dan Ansor di Kota Bogor,” tuturnya.
KH. Ismet juga mengatakan Tidak ada alasan dengan usia muda, “sekarang orang jadi menteri aja umur nya 30 an, bahkan Rommy udah 40 tahun ya, saya saja jadi ketua NU Kota Bogor umur 28 saat tahun 1986-1990. Yang paling penting PCNU jangan otoriter nunjuk sana-sini karena NU bukan milik pribadi”, ujar KH. Ismatul Hakim yang juga mantan Ketua Umum PP LP2NU PBNU tahun 1994-1999. (*)