Belajar adalah suatu bekal untung mengasah kemampuan manusia dengan kreatifitas, inisiatif serta inovasi tanpa adanya pembelajaran manusia bisa kebingungan dalam memahami realitas disekitar yang ada dan tidak tumbuhnya kemampuan ilmiah yang dihasilkan dari output oleh proses pembelajaran. Seperti ada pepetah mengatakan “potensi keberadaan ilmu pengetahuan dalam diri manusia ibarat benih dalam tanah. Dengan mempelajarinya, potensi tersebut akan menjadi aktual (bernilai guna).
Sistem SKS (Sistem Kredit Semester)
Satu September adalah hari di mana seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia harus telah mulai menerapkan sistem pendidikan baru yang di namakan Sistem Kredit Semester (SKS). Semua mahasiswa baru telah harus mulai kuliah dengan sistem ini, sedangkan mahasiswa lama harus di konversikan ke dalam SKS.
Kopertis di seluruh indonesia sedang sibuk menangani konversi ini, sedangkan para dekan dan rektor sedang ribut mengatur pendaftaran mahasiswa lama dan baru dengan cara SKS. Sebagian dari pelaksanaan di kopertis dan pelaksanaan di PTS masih belum jelas lika-liku sistem ini, baik dari latarbelakang falsafah maupun pelaksanaannya di lapangan.
Di pihak lain, mahasiswa baru tenang-tenang saja mengikuti segala perintah, sedangkan mahasiswa lama siap siaga untuk mempertanyakan segala pelaksanaan yang bisa merugikan mereka. Mahasiswa yang dalam sistem lama telah duduk di tingkat terakhir diberi kesempatan untuk mengikuti ujian negara sampai akhir Desember 1986. Mereka yang lulus akan mendapatkan gelar lama, sedangkan yang gagal akan di“cemplung”kan dalam SKS.
Mahasiswa lama lainnya dikonversikan ke SKS pula dengan perhitungan kredit yang bisa di transfer ke sistem baru. Dari perhitungan ini akan diketahui masih berapa kredit lagi yang harus di ambil dan mereka masih mempunyai berapa tahun lagi untuk menelesaikan studinya.
Dalam pengalihan dari sistem lama ke sistem baru timbulah berbagai masalah yang pada dasarnya berlandaskan pada kenyataan bahwa sebagai besar pengelola PTS dan PTN dan sebagai petugas lapangan Kopertis belum menghayati intisari SKS apalagi sampai ke nuansa-nuansa dan pelaksanaannya. Berikut adalah sebagian dari masalah-masalah yang lumrah terdapat dilapangan.