Lebih lanjut Tito menjelaskan, ia sengaja berkunjung ke Bogor karena posisinya penting sebab berdekatan dengan epicentrum utama Jakarta. Kalau kita bicara Jakarta tidak akan bisa kita bicarakan Covid ini hanya berkutat di Jakarta saja. Jadi tidak bisa lepas dari daerah yang berbatasan, salah satunya Kabupaten dan Kota Bogor.

Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan dirinya dengan lima kepala daerah bersebelahan, kompak menangani covid-19 ini. Dirinya juga sering berkoordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta agar penanganannya terintegrasi.

Baca Juga  Headline Nasional | Pemerintah Pastikan Indonesia Tidak Akan Dijadikan Pangkalan Militer Asing

“Persoalan pandemi covid-19 bukan hanya masalah pemerintah tapi menjadi masalah semua masyarakat, maka harus ada keterlibatan aktif masyarakat dengan bergotong royong,” tandasnya.

Ia menambahkan, kami punya gerakan gotong royong cadangan pangan desa untuk menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bogor. Bansos pun sebagai jaring pengaman sosial kami berikan, yakni untuk 200 ribu kepala keluarga berupa 3 kg beras dalam jangka 3 bulan

Baca Juga  Jokowi Ajak Jim Yong Kim Blusukan Ke Desa Tangkil | Headline Bogor

“Kita bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk menyalurkan beras sehingga dapat meminimalisir anggaran biaya penyaluran bansos. Jumlah anggaran penanganan covid-19 mencapai 466.709 milyar rupiah,” jelas Ade.

Masyarakat, lanjut Ade Yasin, harus bergotong-royong melawan covid-19 dan kami terus mengkampanyekan secara masif tentang bahaya covid, cara penularannya dan penanganannya. (*)