KOTA BOGOR – Praktik premanisme yang berkedok organisasi, paguyuban, atau kelompok masyarakat masih marak terjadi di Kota Bogor. Korbannya beragam, mulai dari pedagang hingga pemilik lahan. Salah satu yang merasakan langsung dampaknya adalah Toni, tokoh pemuda Kota Bogor yang aktif dalam organisasi kepemudaan.

Toni mengapresiasi respons cepat aparat setelah dirinya melaporkan dugaan praktik premanisme yang menyasar lahan keluarganya di kawasan Bogor Tengah.

“Saya selaku tokoh pemuda mengapresiasi Polres Bogor Kota melalui AKBP Indra Ranu Dikarta, Polsek Bogor Tengah, Camat Bogor Tengah Dheri Wiriadirama, hingga Satpol PP Kota Bogor melalui Kasatpol PP Rahmat Hidayat,” ujarnya, Jumat (12/12).

Baca Juga  Polresta Bogor Kota Gelar Operasi Keselamatan Lodaya

Ia menceritakan bahwa lahan keluarganya yang telah dikelola puluhan tahun tiba-tiba diklaim oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan organisasi. Lebih parah lagi, kelompok tersebut membawa-bawa nama petinggi instansi dan mengancam dengan kekuatan massa yang sebelumnya terlibat kericuhan.

Toni juga mengungkap pengalaman pahit saat memulai usaha parkir di lahan tersebut. Ia menyebut adanya aturan sepihak yang diterapkan oknum paguyuban.

Baca Juga  Diduga Belum Kantongi IMB, Pembangunan Rumah Mewah Dikeluhkan Warga

“Beragam aturan sepihak diterapkan oleh oknum paguyuban, mulai dari penunjukan juru parkir, pengaturan portal, hingga jam operasional yang semuanya harus mengikuti kemauan mereka,” tuturnya.

Alih-alih mendapat dukungan, Toni justru menghadapi tuntutan setoran dari kelompok yang mengaku memiliki wilayah tersebut.