KOTA BOGOR – Pemerintah kembali menaikkan harga BBM secara diam-diam. Terhitung sejak bulan Januari 2018 hingga hari ini tanggal maret 2018, harga Bahan bakar Minyak (BBM) sudah mengalami kenaikan harga sebanyak 2 kali. Seperti diketahui bersama, pada 24 maret 2018 telah terjadi kenaikan harga pada BBM non subsidi jenis pertalite sebesar Rp 150,- s/d Rp. 200,- per liter, dan di bulan Januari sebesar Rp. 100,- per liter, sehingga pemerintahan saat ini telah menaikkan harga BBM sebesar Rp 200,- s/d Rp. 300,- per liter.

Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat hari ini (29 Maret 2018) berunjuk rasa menentang kesewenangan pemerintahanan yang dipimpin oleh Joko Widodo tersebut. Para pengunjuk rasa sekiranya akan menyampaikan orasinya di depan Istana Bogor akan tetapi dengan pengawalan ketat apartur keamanan para pengunjuk rasa ditahan menuju Istana Bogor, dan hanya bisa meyampaikan orasinya depan plaza perbelanjaan.

Dalam orasinya Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat memandang bahwa keputusan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan sebuah pengabaian terhadap rakyat kecil, serta melakukan tindakan semena – mena terhadap kekuasaan dan tidak memperhatikan kebutuhan rakyat.

Baca Juga  50 Karya Pewarta PFI Dipamerkan di Alun-alun Kota Bogor

“Kami memandang bahwa pemerintah tidak becus dan terbukti tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya. Bahkan, terbukti bahwa pemerintah justru menambah beban dan penderitaan rakyat Indonesia,” ujar peserta aksi

Aliansi Mahasiswa Bersama Rakyat menuntut :
1. Menolak kenaikan harga BBM yang menyengsarakan rakyat
2. Menuntut pemerintah untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat
3. menuntut pemerintah hadir, dan kembalikan kewenangan harga BBM kepada pemerintah

Baca Juga  Headline Nasional | Penuntasan Masalah Tenaga Honorer K2 Jangan Sampai Terabaikan

Ditemui setelah aksi Arif Sibghotullah berharap pemerintahan Joko Widodo dapat mendengar aspirasi rakyat untuk tidak menaikan harga BBM

“Kita aliansi mahasiswa bersama rakyat, berharap pemerintah mendengar aspirasi dari kita karena tadi kita aksi pun bersama buruh, kenaikan harga BBM sangat terasa menyengsarakan rakyat karena ketika harga BBM naik otomatis semua kebutuhan pokok pun naik, belum lagi saat ini sudah mendekati bulan Ramadhan sehingga kebutuhan masyarakat semakin tinggi,” Tegas Arif