KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi penanaman 544 bibit pohon di kawasan TPS 3R Mekar Mandiri, Senin (8/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Kegiatan yang berlangsung dengan semangat kolaborasi itu melibatkan berbagai elemen, termasuk jajaran Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kota Bogor yang hadir sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan lingkungan dan sektor agraria yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, perhatian juga tertuju kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Deni Wismanto. Meski akan segera memasuki masa purnabakti, Deni dinilai tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas dan mendorong berbagai program lingkungan hidup di Kota Bogor.
Penanaman 544 pohon yang disesuaikan dengan usia Kota Bogor dianggap sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.
Ketua HPPMI Kota Bogor, Toni, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan Deni Wismanto selama memimpin DLH Kota Bogor.
“Kami dari HPPMI Kota Bogor melihat langsung bagaimana totalitas Pak Deni Wismanto di akhir masa pengabdiannya. Beliau adalah sosok birokrat yang sangat visioner. Di tengah berbagai dinamika dan kritikan, beliau tetap tegak lurus bekerja, fokus memikirkan masa depan ekologi Kota Bogor, dan merangkul pemuda. Aksi menanam 544 pohon hari ini adalah legacy yang sangat berharga dan sejalan dengan core value HPPMI yang fokus pada keberlanjutan sektor hijau,” ujar Toni saat di lokasi kegiatan.
Selain memberikan apresiasi kepada Kepala DLH, HPPMI Kota Bogor juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) mengenai kewajiban menanam pohon bagi pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA selama masa pendidikan.
Menurut Toni, kebijakan tersebut merupakan langkah progresif untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino.
“Langkah Wali Kota Bogor, Pak Dedie A. Rachim, menetapkan regulasi menanam bagi pelajar adalah terobosan yang luar biasa. Ini bukan lagi sekadar edukasi di dalam kelas, melainkan penanaman karakter dan kesadaran kolektif sejak dini. Generasi muda dipaksa peduli terhadap krisis iklim lewat tindakan nyata. Kami di HPPMI siap mengawal dan berkolaborasi dalam penyediaan bibit maupun pendampingan teknisnya di lapangan,” tegas Toni.
HPPMI juga menyambut positif perkembangan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dinilai sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan dengan pendekatan yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Ratusan pohon yang ditanam dalam kegiatan tersebut terdiri atas berbagai jenis pohon pelindung dan tanaman buah. Selain memberikan manfaat ekologis seperti menjaga cadangan air tanah dan meningkatkan kualitas lingkungan, pohon-pohon tersebut juga diharapkan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar pada masa mendatang.
Menjelang penutupan kegiatan, Toni kembali menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Kota Bogor.
“Hari Jadi Bogor ke-544 ini harus menjadi momentum kebangkitan kolaborasi pemuda dan pemerintah. Menghadapi kemarau panjang akibat El Nino yang di depan mata, aksi penanaman pohon hari ini adalah ikhtiar konkret kita menjaga mata air agar tidak menjadi air mata di masa depan. HPPMI akan selalu berada di garda terdepan bersama Pemkot Bogor untuk memastikan lingkungan kita tetap lestari dan produktif,” pungkas Toni. (DR)